Jumat, 11 Desember 2009

Pengaruh Radiasi Handphone Terhadap Otak

karya tulis diangkat jadi blog jadinya gini niiihh.. hehehe..tp semoga bermanfaat.. ;)
apakah ponsel itu???
Ponsel merupakan alat komunikasi dua arah dengan menggunakan gelombang radio yang juga dikenal dengan radio frekuensi (RF), di mana pun dilakukan panggilan, suara akan ditulis dalam sebuah kode tertentu ke dalam gelombang radio dan selanjutnya diteruskan melalui antena ponsel menuju ke base station terdekat dimana dilakukan panggilan. Gelombang radio inilah yang menimbulkan radiasi dan banyak kontroversi dari berbagai kalangan tentang keamanan dalam menggunakan ponsel.
Suatu penelitian yang pada saat ini sedang dilakukan di Universitas Lund (Swedia) menunjukkan bahwa radiasi yang dipancarkan oleh ponsel dapat mempengaruhi fungsi enzim dan protein. Penelitian yang dilakukan terhadap tikus percobaan menunjukkan adanya perubahan biokimia dalam darah tikus, yaitu terjadinya perubahan protein albumin yang berfungsi dalam memasok aliran darah ke otak. Salah seorang peneliti, meneliti masalah dampak pemakaian ponsel terhadap kesehatan, mengatakan bahwa gelombang mikro yang keluar dari ponsel dapat memicu timbulnya penyakit alzheimer atau kepikunan lebih awal dari usia semestinya.

RADIASI HANDPHONE..
Kekuatan radiasi handphone yang diterima otak atau yang dinamakan SAR (Specific Absorption Rate) diukur dalam satuan watt/kg. FCC menetapkan bahwa semua handphone yang memancarkan radiasi diatas 1.6 watt/kg dilarang untuk diproduksi (dilarang masuk di Amerika). Sebenarnya semua handphone yang beredar masih bisa dikategorikan “aman” karena tingkat SAR-nya masih dibawah 1.6 watt/kg. Meskipun demikian ada beberapa orang yang merasa agak pusing atau telinganya panas setelah menggunakan handphone-handphone yang dikategorikan “aman” tersebut. Jadi yang “betul-betul aman” (bukan sekedar “aman” saja) adalah yang tingkat radiasinya dibawah 1 watt/kg.
Khusus bagi masyarakat Indonesia, tingkat radiasi handphone bukanlah masalah yang patut dikawatirkan meskipun itu dapat menyebabkan kanker otak. Sebagaimana diketahui, radiasi handphone baru akan memiliki efek bahaya bila terpancar dalam waktu yang lama dan sering. Atau dengan kata lain, baru membahayakan bila sering menelpon menggunakan handphone dengan waktu pembicaraan yang lama. Hal seperti itu sangatlah jarang dilakukan sebagian besar pengguna handphone di Indonesia yang notabene.

Saat ponsel aktif menerima panggilan, ponsel tersebut ditempelkan pada radiasi meter, seperti halnya kalau kita memakai ponsel dengan menempelkan di telinga. Di sini radiasi meter mencatat adanya paparan radiasi antara 5 mili rem /jam bahkan ada yang sampai 80 mili rem /jam. Padahal, ambang batas yang bisa diterima oleh manusia secara umum adalah 0,125 mili rem /jam-nya.

Dalam blog ini akan dijelaskan secara garis besar energi radiasi yang keluar dari emiter ponsel dan pengaruhnya terhadap jaringan tubuh terutama otak. :) tp kenapa judulnya pengaruh ke otak hamster? karenaa, objek penelitiannya adalah hamster..
kenapa ga mencit? --> mencit kekecilan, masih gedean handphone nya.. hehehehe.. jadi agak sulit melakukan eksperimen nyaa.. :D

Sedikit mengenai radiasi yang dipancarkan oleh handphone ,,

radiasi elektromagnetik yang dipancarkan hand-phone adalah sejenis gelombang microwave yang termasuk jenis radiasi non-ionisasi dan levelnya tergolong rendah (low level radiation). Dari puluhan kajian ilmiah yang telah dilakukan sampai sekarang ini, belum terdapat bukti ilmiah hasil olahan kajian yang skala cakupan dan secara komprehensif dapat meyakinkan bahwa efek radiasi non-ionisasi pada pemakaian hand-phone berakibat serupa dengan efek pancaran radiasi gelombang elektromagnetik jenis ionisasi yang telah dinyatakan positif sebagai salah satu penyebab tumor otak atau pun kerusakan DNA pada sel jaringan tubuh manusia.

Pengaruh Radiasi Terhadap Otak
Banyak pengguna ponsel yang mungkin tidak mengetahui bahwa ponsel yang mereka gunakan dapat mengirimkan gelombang radiasi ke dalam otak mereka.Sesungguhnya setiap ponsel memiliki spesifikasi ukuran banyaknya energi gelombang mikro yang dapat menembus ke dalam bagian tubuh seseorang tergantung pada seberapa dekat ponsel dengan kepala. Paling tidak kurang lebih sebanyak 60 persen dari radiasi gelombang mikro yang diserap dan menembus daerah sekitar kepala.
Pada saat menelepon radiasi dekat dengan otak dan bisa mempengaruhi sistem otak & syaraf. Walaupun efeknya relatif kecil seperti pusing, tapi lama kelamaan bisa jadi masalah serius. Dan yang paling mengkhawatirkan, risiko terbesar pemakaian ponsel adalah pada anak-anak. . Para ahli organisasi kesehatan sedunia (WHO) sangat menganjurkan agar pemakaian handphone terutama di kalangan usia kanak-kanak dibatasi sedemikian rupa ataupun pemakaiannya dengan menggunakan hands-free guna untuk meminimalkan risiko yang mungkin terjadi, berhubung alasan rawannya sel otak dalam usia kanak-kanak yang sedang mengalami pertumbuhan.
Setelah 10 tahun memakai handphone risiko seseorang menderita tumor telinga meningkat empat kali lipat. Para ilmuwan yakin, penggunaan handphone minimal selama 10 tahun meningkatkan risiko menderita tumor telinga.Berdasarkan riset yang dilakukan Institute Karolinska, Swedia, terhadap 750 orang, ditemukan risiko menderita acoustic neuroma meningkat 3 ,9 kali lipat pada sisi kepala dimana handphone sering ditempelkan. Sedangkan pada sisi kepala yang tidak pernah atau jarang ditempeli handphone, tidak ditemukan risiko apapun.“Riset ini jelas menunjukkan risiko itu hanya terjadi pada sisi kepala dimana telepon genggam sering ditempelkan”.


lalu, ada hubungannya sama sistem saraf di otak dong?

benar! jadi,, kan Sistem saraf manusia terbagi atas sistem saraf tepi dan sistem saraf pusat. Yang dimaksud dengan sistem saraf tepi (peripheral nervous system) adalah semua serabut saraf yang berada di luar otak atau susmsum belakang. Yang dimaksud dengan sistem saraf pusat (central nervous system) adalah bagian yang mengatur kerja saraf tepi yang terdapat di otak, batang otak (brain stem), dan sumsum belakang (spinal cord). Selaput otak mempunyai serabut saraf yang dapat menerima rasa sakit. Jika seseorang sedang menggunakan telepon genggam maka kepala akan terasa panas akibat dari efek radiasi telepon genggam tersebut. Para peneliti menetapkan besarnya radiasi yg diserap dihitung dalam satuan SAR yaitu daya energi yg terserap per satuan massa jaringan (otak). Para peneliti di Inggris, mengatakan radiasi elektromagnetik dari telepon genggam dapat merusak DNA dan mengakibatkan tumor otak.

Pada penderita tumor otak, terjadi pembesaran volume otak, sedangkan ukuran wadahnya yang dibatasi tulang tengkorak tidak berubah. Sebagai akibatnya, terjadi peninggian tekanan di dalam rongga kepala. Peninggian tekanan ini menyebabakan penekanan pada selaput otak sehingga penderita mengeluh sakit kepala. Selain itu, penambahan volume juga meninggikan tekanan cairan LCS. LCS (cerbrospinal space) merupakan cairan otak yang dihasilkan melalui proses di empat rongga yang terdapat di dalam otak (brain ventricle). Dua yang pertama terdapat di otak besar kiri kanan (lateral ventricle), dari sana LCS dialirkan ke rongga tengah (third ventricle), lalu setelah ditambah LCS produk rongga itu dialirkan lagi melalui saluran di batang otak (fourth ventricle).

Rongga terakhir ini juga menghasilkan LCS yang selanjutnya dialirkan melalui dua pasang lubang keluar, dari rongga ini menuju lapisan subarachnoid. Gangguan aliran LCS pada salah satu bagian tersebut pada orang yang terkena infeksi radiasi telepon genggam menyebabkan peninggian tekanan cairan LCS. Peninggian tekanan ini dapat diukur melalui pengukuran dengan alat yang dipasang di daerah pinggang.mata (optic disc). Oleh karena itu, dugaan adanya kanker otak dapat diketahui melalui pemerikasaan mata dengan oftalmoskop. Pada pemeriksaan ini akan terlihat bagian optic disc bengkak dan keruh.

Permukaan otak yang berlekuk-lekuk akibat adanya tonjolan (gyrus) dan lekukan (sulcus) yang membantu memperluas permukaan otak. Makin luas permukaan otak, makin luas pula lapisan luar (cortex) otak sehingga makin banyak sel saraf yang dapat menempatinya. Jumlah sel saraf yang lebih banyak ini dianggap makin menguntungkan karena seseorang diharapakan lebih pandai jika sela sarafnya lebih pandai. Karena itu, seseorang yang sering menggunakan telepon genggam dalam jangka waktu yang panjang akan mengalami lemah otak, akibat semakin banyaknya sel saraf yang hilang karena radiasi gelombang elektromagnetik yang dihasilkan telepon genggam tersebut.

Untuk menjalanan fungsinya meneruskan impuls atau rangsangan, terjadi aliran listrik pada sel saraf. Aliran listrik itu pada hakikatnya ditimbulkan oleh pergerakan ion negatif dan ion positif keluar masuk sel dan menyebrang dari satu serabut ke serabut yang lain. Dengan adanya gerakan listrik ini, cortex atau lapisan kelabu otak dapat diperiksa keadaannya dengan elektroensefalo grafi (EEG).
Gimana cara melakukan eksperimennya??
nah, objek penelitian ini adalah dua ekor hamster yang sama persis ciri-ciri nya dari mulai jenis kelamin, berat badannya, kesehatannya, dan umurnya..agar hasil eksperimennya lebih akurat. jadi, hamster tersebut dipaksa untuk menggunakan telepon genggam, dengan cara menempelkan salah satu telepon genggam pada telinga hamster tersebut, untuk mendengarkan suara-suara yang dihasilkan dari handphone, dimana handphone tersebut sedang tersambung dengan handphone yang ditempelkan pada telinga hamster, sehingga timbul radiasi telepon. Percobaan ini dilakukan selama penelitian, yang dalam sehari dilakukan selama 15 menit percobaan yang sama.

Hasil dan Penelitian Radiasi Telepon Yang Dapat Merusak
*Fungsi Otak
Sejumlah penelitian yang dilakuan sebelumnya menunjukkan radiasitelepon genggam berakibat buruk terhadap tubuh manusia. Misalnyameningkatkan risiko terkena tumor telinga dan kanker otak,berpengaruh buruk pada jaringan otak, merusak dan mengurangi jumlahsperma hingga 30 persen, mengakibatkan meningioma, neurinoma akustik,acoustic melanoma, dan kanker kelenjar ludah.Namun, tak satu pun 6 vendor telepon seluler terbesar duniamerespon hasil-hasil penelitian tersebut.
Rendahnya tingkat radiasi handphone tentu juga ada kaitannya dgn kekuatan sinyal handphone.
Asumsinya, semakian besar radiasinya, maka semakin kuat pula sinyalnya.

adapula hasil penelitian yang saya dapat saat melakukan eksperimen dengan 2 ekor hamster, adalah.. : Terdapat perbedaan otak kecil antara hamster 1 dengan yang satunya lagi..di sini terlihat bahwa otak kecil si hamster kanan dengan si hamster kiri berbeda mulai dari bentuk dan warna. (penelitian dilakukan stelah 2 bulan melakukan percobaan terhadapa 2 hamster yang sama persis, mulai dari bentuk, berat badan, jenis kelamin, umur. dan terhadap kedua hamster tersebut tidak diberi perlakuan yang sama agar dapat terlihat perbedaannya).

yang sebelah kanan, otak hamster yang diberi perlakuan (menggunakan hp), dan yang kiri otak hamster yang tidak diberi perlakuan (tidak menggunakan hp).



otak hamster yang normal dan otak hamster yang mengalami perubahan
Dapat dilihat terdapat perbedaan otak kecil antara kedua otak hamster tersebut. otak hamster yang normal terlihat segar dan sehat (kiri/atas), sementara yang diberi perlakuan otaknya akan seperti gambar sebelah kanan/bawah..otak kecilnya berwarna lebih gelap, tidak segar, dan saat dibedah otaknya, terjadi pendaharan bagian telinga..

(Penelitian dilakukan seminggu menjelang sidang karya tulis ilmiah , ujian akhir sekolah)

Pengaruh posisi antena pada telepon genggam terhadap resiko terkena kanker otak.



(sumber: realmandiri.blogspot.com)


International Electronical Commission (IEC), suatu lembaga standarisasi produk elektronik yang telah dipakai di 100 negara, menerbitkan pedoman standarisasi guna memudahkan pabrikan ponsel dan lembaga standarisasi lokal. Pedoman ini bisa digunakan sebagai pembanding hasil riset yang berbeda di setiap negara terhadap radiasi ponsel.Dan pada tahun 2001 semua produsen utama handphone telah menyepakati sebuah proses pengukuran untuk menentukan beban radiasi dari handphone yang disebut SAR (Specific Absorption Rate). Nilai ini menunjukkan intensitas radiasi dalam satuan Watt, yang dipancarkan sebuah handphone ke dalam kepala pada power transmisi maksimal. Intensitas ini dibagi dengan berat tubuh manusia. Oleh karena pengukuran realistis dalam kepala manusia tidak dapat dilakukan, digunakan sebuah kepala buatan yang disebut 'Phantom'.

(blogspot.com)


Di dalamnya terdapat sensor-sensor yang mencatat radiasi handphone. Dalam interval waktu 6 menit, radiasi maksimal dikonversi menjadi nilai SAR. Semakin rendah nilai SAR, semakin lemah radiasi yang dipancarkan handphone dalam kasus ekstrem. Jika nilai ini di bawah nilai batas yang ditentukan (2,0 W/kg untuk bagian tubuh termasuk kepala atau 0,08 W/kg untuk seluruh tubuh), model handphone tersebut baru boleh dipasarkan.

Bahaya radiasi terhadap tubuh manusia, hingga kini masih tetap hangat dibicarakan. Beberapa ilmuwan dari Swiss dan Jerman tetap berpendapat bahwa radiasi ponsel bisa berpengaruh terhadap jaringan kulit manusia dan menimbulkan kanker otak. Sementara banyak ilmuwan lain tetap menyangsikan penemuan tersebut, mengingat belum menemukan bukti nyata.
WHO telah mengambil langkah positif guna mencantumkan besaran Spesific Absorption Rate (SAR) pada setiap produk hand-phone. Nilai SAR ( watt/kg ) didefinisikan sebagai batas selamat jumlah maksimal radiasi gelombang elektromagnetik (watt ) dari hand-phone jika terpapar atas 1 kilogram jaringan tubuh manusia pada saat telefon sedang dipergunakan.
Standard yang sementara ini diikuti di Eropa nilai SAR.


Efek Negatif Menggunakan Telepon Genggam


1.Lemah Otak

Para peneliti dari Swinburne University of Technology's Brain Sciences Institute di Melbourne, Australia menemukan para pengguna ponsel yang merespon telepon lebih pelan selama 30 menit, cenderung akan mengalami perbaikan memori, namun kurang cepat tanggap dalam merespon sesuatu.

Para peneliti melakukan serangkaian tes psikologi pada 120 partisipan yang terekspos emisi telepon selular selama setengah jam sampai satu jam.
Hasil riset yang dimuat dalam Jurnal Neuropsychologia menunjukkan ada perubahan kecil pada fungsi otak meski tak begitu terlihat, terutama pada mereka yang terekspos bidang elektromagnetik dari telepon selular. Studi menunjukkan bukti respon yang lamban pada partisipan yang melakukan reaksi sederhana dan reaksi yang lebih kompleks, seperti memberikan respon saat diminta memilih lebih dari dua alternatif.. Penelitian masih akan terus dilakukan, terutama dengan penggunaan resonansi magnetik untuk menganalisa cara kerja otak. Namun penelitian ini masih belum dipublikasikan, karena dampak radiasi ponsel cenderung terus meningkat. Para pengguna ponsel, terutama yang menggunakan ponsel dalam kapasitas berlebihan cenderung mengalami penurunan atau perubahan sistem yang cukup berarti dibanding mereka yang menggunakan ponsel seperlunya. Namun dalam studi penelitian tersebut, peneliti tak menemukan dampak ponsel pada gangguan kesehatan, meskipun diakui studi ini tak memfokuskan pada konsekuensi kesehatan, tapi lebih ditekankan pada fungsi otak.
2.Kulit Mudah Berkerut
Setelah beberapa waktu sebelumnya radiasi ponsel pernah dinyatakan memicu kanker otak, kini sebuah riset tengah menyatakan pengaruh radiasi ponsel terhadap kesehatan kulit. Para pengawas radiasi Finlandia tengah mempelajari efek ponsel pada protein manusia dengan melakukan tes langsung pada kulit, apakah efek transmisi pada handset memberi pengaruh pada kulit mereka.
Sebuah penelitian yang dilakukan meneliti sebuah area kecil di kulit lengan para responden yang terkena radiasi ponsel dalam jangka waktu satu jam. Kemudian para peneliti mengambil contoh kulit tersebut dan membadingkannya dengan kondisi kulit sebelum tereskpos radiasi.Penelitian kali ini tetap menggunakan contoh sel wanita, untuk menjaga konsistensi penelitian yang sebelumnya dilakukan Radiation and Nuclear Safety Authority.
Dalam penelitian tersebut, ditemukan bahwa radiasi ponsel menyebabkan tingkat sel kulit berubah, seperti menimbulkan kerutan pada kulit, meskipun sampai saat ini masih belum bisa dipastikan pengaruhnya pada kesehatan. Sel-sel kulit tersebut mengalami banyak perbedaan ketika mereka tetap berada di badan dibandingkan kondisi lingkungan laboratorium.. Beberapa peneliti bahkan menduga kanker otak yang selama ini sudah umum dijumpai di masyarakat adalah hasil dari penggunaan ponsel, namun masih belum didapat bukti yang jelas untuk mendukung pernyataan tersebut. Terdapat sebuah hubungan tak langsung antara kanker dengan protein berbahaya yang menuju otak, namun hal ini baru sebuah spekulasi.

3.Mengancam kesehatan anak
Para dokter di Austria memperingatkan adanya bahaya ponsel bagi anak-anak dan menyerukan agar semua ponsel dilengkapi keterangan mengenai tingkat radiasi. Peluncuran obat ke pasaran selalu dilengkapi keterangan efek obat. Beda dengan peluncuran ponsel, efekya tidak diketahui.
4.Berpengaruh negatif terhadap kesuburan pria

Efek samping dari radiasi handphone juga berpengaruh pada tingkat kesuburan pria. Seseorang yang suka menyimpan handphone di saku celana, atau dimasukkan dalam sarung kecil kemudian digantung di pinggang, maka jumlah sperma bisa berkurang hingga 30 persen.“Radiasi yang dipancarkan ponsel berpengaruh negatif terhadap produksi sperma, dan kesuburan pria,” kata Departemen Obstetri dan Ginekologi Universitas Szeged, Hungaria, yang akan melaporkan hasil penelitiannya dalam konferensi The European Society of Human Reproduction and Embryology (ESHRE) di Berlin, Jerman. Dalam penelitiannya, timnya menganalisa sperma 221 pria, dan mengamati perilaku mereka dalam menggunakan ponsel. Para ilmuwan ini menemukan adanya korelasi positif antara penggunaan ponsel - bahkan jika hanya di set dalam posisi standby- dengan berkurangnya kualitas dan kuantitas sperma.



kesimpulaannya,,
Perkembangan kecanggihan ponsel saat ini menggelitik para ahli radiasi untuk melihat seberapa jauh kemungkinan pengaruh adanya radiasi gelombang elektromagnetik yang dipancarkan oleh emiter ponsel terhadap tubuh manusia.

Kekhawatiran terhadap adanya radiasi elektromagnetik yang dikeluarkan oleh ponsel, ternyata telah dimanfaatkan secara psikologis oleh produsen peralatan proteksi radiasi yang ditimbulakan oleh ponsel. Pada saat ini memang telah diperdagangkan suatu alat yang dikatakan dapat memproteksi radiasi yang ditimbulkan oleh ponsel, terutama yang katanya dapat menembus dan mempengaruhi jaringan otak manusia. Seberapa jauh efektifitas alat proteksi radiasi yang ditimbulkan oleh pemakaian ponsel, sejauh ini masih perlu diteliti kebenarannya. Namun yang jelas, dampak psikologis terhadap kemungkinan adanya pengaruh radiasi elektromagnetik yang dikeluarkan oleh ponsel, telah dimanfaatkan oleh para pedagang untuk menjual peralatan proteksi tersebut.
Peralatan proteksi radiasi tersebut ada yang menurut "petunjukknya" harus ditempelkan pada bagian telinga agar radiasi elektromagnetik dari ponsel tidak sampai ke jaringan otak.
Seberapa jauh efektifitas peralatan proteksi radiasi elektromagnetik, seperti handsfree, kiranya masih perlu diteliti lebih lanjut. Satu hal yang pasti dan perlu diperhatikan adalah berkomunikasilah dengan ponsel seperlunya saja, agar waktu kontaknya singkat sehingga dosis yang diterima kecil dan waktu kontak yang singkat juga berpengaruh terhadap kantong para pengguna ponsel, karena menghemat pemakaian pulsa ponsel.


Beberapa tips mengurangi pengaruh radiasi handphone:
1. Hindari percakapan bila penerimaan buruk, karena handphone akan mengirim sinyal dengan tenaga maksimal untuk mencapai tiang relay.
2. Bicara singkat dan jelas. Percakapan yang lama meningkatkan radiasi dalam kepala. Jika perlu gunakan sms, waktu kirim singkat dan radiasi tidak mengarah ke kepala.

3. Jangan bertelepon dalam mobil. Sebab, rangka mobil dapat memantulkan sinyal sehingga handphone harus mengirim sinyal lebih kuat dan itu berarti meningkatkan beban radiasi.

4. Gunakan handsfree. Headset bluetooth radiasinya lebih rendah dibanding tanpa headset. Lebih baik lagi menggunakan handsfree dengan kabel.
5. Ketika membeli handphone perhatikan agar nilai SAR-nya serendah mungkin di bawah 1,0 W/kg (misalnya Samsung SGH-1300). Sebagai perbandingan sertifikasi lingkungan 'Blue Angel' mengijinkan hingga 0,6 W/kg.

jadi,, gunakan handphone anda seperlunya sajaa.. :)

sumber-sumber :

http://www.scribd.com/

http://www.kapanlagi.com/





45 komentar:

  1. hoooooo... gitu ya! waduh serem banget! selama ini gw meremehkan signal hape! berarti esia bahaya bgt yah! seperti senjata mematikan dalam waktu yang lama! ok deh sip2!
    nice infooo!!! ;D

    BalasHapus
  2. Tapi aku pernah dengar kalo pake handsfree juga tetap ada efek sampingnya buat pendengaran. Lupa tepatnya sih, harus riset lagi mengenai sumbernya.

    Produk teknologi memang bikin serba salah...
    (tapi mending sih daripada zaman dulu lewat telegram :D)

    BalasHapus
  3. kalau ga di pake buat telp tp buat sms dan online, ngaruh ga radiasinya ke tangan? Kan sinyal tetep jalan tuh.. Nice post!

    Saran: ringkas doong biar ga capek bacanya. Kan ga baik buat mata lama lama di kompi hehe :)

    BalasHapus
  4. wew, radiasi th mpe sgitu bahaya jg yah??..
    agak mengerikan juga klo bsa mpe kyak gtu..
    ckckc...
    brarti perkembangan teknologi gk slalu bwa dampak positif yh..
    pantesan orang2 jman skrg umurnya gk spanjang orang dulu...

    Nice blogg..!!

    BalasHapus
  5. ebuset, parah banget ya ternyata pengaruhnya. kalo pake handsfree masih bisa kena radiasi juga? separah yang ga pake ga? kira kira perbandingannya berapa?

    BalasHapus
  6. Nice post, dha! :)

    Intinya, produk teknologi secanggih apapun tetap ada sisi negatifnya yaa, jd pinter-pinterlah kita memanfaatkan teknologi tsb. hehehe :D

    BalasHapus
  7. wah baru tau nih, ternyata parah bgt ya... huhuh jarang2 deh pake hp...

    BalasHapus
  8. wuih...,serem bgt yah,,,
    so,,solusinya bwt qt di jmn yg serba modern gmn dng....????

    BalasHapus
  9. ya ampun padahal gw sering banget nelp ampe 2 jam lebih, serem banget deh :(
    thx infonya dha, berguna banget :)

    BalasHapus
  10. waw serem abis, ternyata sebahaya itu ya kelamaan nelpon. tapi ini postingan berguna banget soalnya orang yang ga tau jadi tau. thanks dha! :D

    BalasHapus
  11. wew !
    nice post !
    eksperimen nyaaah kereeeennnnn >.<

    BalasHapus
  12. astaga ojan gw kira apaan hahahaha. nice post dha tapi pusing bacanya. heu..komen apa ya? sama aja de kayak yang lain (lagi ga kreatip ni, maap-maap aja). lain kali infonya jangan kepanjangan ya, yang penting berguna..hehehe

    BalasHapus
  13. wooooooow. wah ternyata begitu besarnya ya pengaruh radiasi handphone terhadap otak. otak hamster sama2 aja kan kayak otak manusia? haha

    hmm, padahal handphone kita butuhin banget ya. jadi mesti gimana dong? :|

    BalasHapus
  14. haa akhirnya jadi juga ika kasih komen..
    hehe

    waa nice post!

    nambah info lagi nih
    ika pernah baca
    klo kita mau nelpon seseorang ketika masih dalam nada sambungan yang bunyinya tut tut ataupun berupa nsp (bagi pengguna telkoms*l) dan kawan2nya lebih baik nunggu sampai diangkat baru diletakkin di telinga soalnya radiasinya atau apanya tuh lebih tinggi ketika sedang konek..
    gituuuu

    BalasHapus
  15. ini masih berlaku untuk handphone sekarang? barangkali ini terjadi dulu aja

    BalasHapus
  16. yah fir , padahal gw suka banget nelfon -_- ,
    pernah baca di kaskus hp yang radiasinya gede tuh kebanyakan motorola , dan yang rendah tuh samsung , oh ya BB yang pearl juga masuk fir (radiasi tinggi)

    BalasHapus
  17. woy
    firdha..

    radiasi hp emg bahaya bgt ternyata..

    oh ya denger2 jga, klo pake hp di dalem mobil jga ternyata bahaya!!
    selain bisa menyebabkan kecelakaan swalnya bkin ga konsen ama nyetir jga tingkat radiasinya malah lebih tinggi!!

    BalasHapus
  18. wah, edan..
    gue suka naro hp disamping kepala pas tidur (buat alarm) hehhehehe

    BalasHapus
  19. bingung mau komen apa, hehe

    cm baca sekilas coz panjang banget
    tp dapet lah intinya

    bagus! :)

    BalasHapus
  20. wui info baruuu.. makasih loh firdhaa..
    panjang juga yaaa artikelnyaaa hhehehe :)

    tapi mungkin ga ada hp yg ramah sama badan manusia? mksdnya rediasinya bener2 rendha ato ga ada sama sekali gitu. mungkin ga ya?

    semangat firdha!

    BalasHapus
  21. komentar pertama yang keluar : huwaaa kasian banget itu hamsternya dibelek :'(

    komentar kedua : nice post, lumayan buat kita mikir kalo mau telpon lama lama (aku dulu kalo telponan bisa sampe 5 jam gimana dooooong)..

    BalasHapus
  22. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

    BalasHapus
  23. nih aku komen nih..

    eh aku ngga baca loh,
    hahhaha,
    tapi yang jelas SEREM ngeliat visualisasinya..
    omg, firdha.. *apa coba?*

    hahaha, ngga jelas bgt nih ah.
    udah ah..
    dadaaaaaaahhh!! =)

    BalasHapus
  24. WOW !!!. Ternyata penggunaan handphone dilematis ya. Di satu sisi memudahkan hidup manusia dan disisi lain membahayakan hidup manusia. Bagian paling menarik adalah gambar mengenai efek bentuk hp dan penggunaannya terhadap radiasi otak. Tapi, untuk dipertimbangkan, bagaimana kalau brand Hp dan tipenya di samarkan saja atau tidak disebutkan sama sekali, takutnya terlihat menyudutkan pembuat Hp padahal awalnya kan ingin memberi saran. Penggunaan HP juga tidak bisa di sembarang tempat lho, seperti didalam Pesawat terbang dan SPBU, meskipun belum banyak kasus nya, tapi apa harus menunggu ada kebakaran atau kecelakaan di SPBU atau pesawat terbang baru patuh kepada aturan di SPBU dan Pesawat Terbang TErus menulis, Firdha !!

    BalasHapus
  25. nice blog! thx atas infonya cul :)
    ini yg buat kartul waktu itu kan?
    ga heran lo dapet nilai bagus pas sidang, materinya keren ;D

    BalasHapus
  26. Keren, habis baca ini saya bakalan lebih hati2 kalo mau telfon orang :D

    Yah, tapi jadi agak susah dong kalo HP (sebagai salah satu benda yang must-have di dunia ini) ternyata perlahan mematikan :o

    BalasHapus
  27. selain di mobil, tempat mana lagi yang efeknya lebih bahaya?

    BalasHapus
  28. kasian hamsternya . kenapa harus hamster buat percobaan?

    BalasHapus
  29. ya itulah teknologi. spt hal2 lainya, pasti ada positif negatifnya. ada untung ruginya. tinggal gmn kitanya aja. yg jelas harus bijaksana.

    BalasHapus
  30. nice info ,, emang semua yang dibuat manusia ngg ada yang sempurna .. :D

    BalasHapus
  31. kalo buat wanita, taro HP di saku celana bahaya ga?

    BalasHapus
  32. kalo buat perempuan taro HP di saku baju katanya juga bisa bikin kanker ya?
    trus kalo kita teleponnya pake sarung tangan, bakalan keriput juga ga?

    BalasHapus
  33. pertanyaan big boy sama big girl dijawab dong kak . . hehe
    tp anehnya kenapa 6 vendor telepon seluler terbesar dunia gak merespon ya.. harusnya dibikin inovasi terbaru yg memperkecil resiko gt. hehe

    BalasHapus
  34. oowwhh ,jd radiasi handphone itu sngt membahayakan bgi kita yaa???

    BalasHapus
  35. Asumsinya, semakian besar radiasinya, maka semakin kuat pula sinyalnya. berarti besarnya radiasi HP tergantung dari simcardnya juga dong?

    BalasHapus
  36. buat manusia sendiri , udah ada korban belum?

    BalasHapus
  37. alat yang bisa digunakan untuk memproteksi radiasi ponsel bentuknya kaya apa si?

    BalasHapus
  38. mendingan tuh 6 vendor telepon seluler terbesar dunia masang alat anti radiasi di casing HP nya. kalo alat yg dipasang dikuping aja si tetep bisa bikin mandul kalo ditaro di kantong celana. n bisa bikin kulit tangan ketiput.

    BalasHapus
  39. emang apapun itu, mending secukupnya aja. kayak hp, kalo mau pake ya seperlunya... jd kita bisa komunikasi, tp jg kalo kena radiasinya jg ga banyak-banyak amat.

    BalasHapus
  40. hum blog yang mantabh, di suruh jeni baca, tapi kan saat ini hp dah mendunia di seluruh bumi, n juga hp dah termasuk dalam bagian hidup kita, kalo buat antisipasi mungkin agak susah....
    hum mw nanya kalo radiasi dari telpon kan kyk gitu tuh, nah kalo radiasi pada saat mendapatkan sms sama gag?

    BalasHapus
  41. jadi serem dah klo mao tlep2an lama lama. .

    BalasHapus
  42. Baru tau....harus hati2 nih.

    BalasHapus
  43. Cool bgt sih Firdhaaaaa :D ini kan kartul lo yg kata Pak Buang bagus bgt dan disuru di publish di koran

    BalasHapus
  44. terima kasih teman-teman dan kakak2 atas komennyaa..
    iya,ini kartul yg kata pak Buang disuruh publish di kompas,, cuma gue nya ga sempet2.. haha..

    iya maaf ya nyeremin pake hamster, karena kalo pake mencit gedean hp nya.. hihihi..
    terima kasiih semuaa..

    ini yang anonim siapa aja ya namanya??

    BalasHapus
    Balasan
    1. thx ya...
      eh aku ada saran coba aja telepaty mungkin ini lbh aman!?!?!?!! :D

      Hapus